Asal Usul Kedelai
Tanaman kedelai adalah tanaman asli daratan Cina, tanaman ini sudah ada
sekitar 2500 SM. Seiring dengan berkembangnya perdagangan di dunia, maka
kedelai pun menyebar ke berbagai wilayah seperti Australia, Jepang,
Korea, India, Amerika dan Indonesia. Pada awal abad ke-16 kedelai mulai
dikenal di Indonesia yang mula-mula dikenal dipulau Jawa, lalu menyebar
ke Bali, Nusa Tenggara dan pulau-pulau lainnya.
Kacang kedelai merupakan sumber protein tercerna yang
sangat baik. Meskipun kandungan vitamin (vitamin A, E, K dan beberapa
jenis vitamin B) dan mineral (K, Fe, Zn dan P) di dalamnya tinggi,
tetapi kedelai rendah dalam kandungan asam lemak jenuh. Sekitar 60 % kandungan asam lemak tidak jenuh kacang
kedelai terdiri atas asam linoleat dan linolenat, yang keduanya diketahui membantu
kesehatan jantung. Kacang kedelai tidak mengandung kolesterol. Makanan dari kedelai juga bebas laktosa, yang sangat cocok bagi konsumen yang menderita
lactose intolerant.
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Kacang Kedelai :
Nama Bahan Makanan : Kacang Kedelai
Nama Lain / Alternatif : Kacang Kedele
Banyaknya Kacang Kedelai yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Kacang Kedelai yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Kacang Kedelai = 381 kkal
Jumlah Kandungan Protein Kacang Kedelai = 40,4 gr
Jumlah Kandungan Lemak Kacang Kedelai = 16,7 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Kacang Kedelai = 24,9 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Kacang Kedelai = 222 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Kacang Kedelai = 682 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Kacang Kedelai = 10 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Kacang Kedelai = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Kacang Kedelai = 0,52 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Kacang Kedelai = 121,7 mg
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : K
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
Sifat nutrisi kedelai agak unik dibandingkan jenis kacang-kacangan
yang lain karena kedelai tinggi kandungan protein dan lemak, serta lebih
rendah kandungan karbohidratnya.Kedelai tinggi kandungan proteinnya.
Pada kebanyakan kacang-kacangan lain, kadar proteinnya berkisar antara
20 – 30 %, sedangkan pada kedelai 35 – 38 %. Kalau protein dalam
produk-produk kedelai bervariasi misalnya, tepung kedelai 50 %,
konsentrat protein kedelai 70 % dan isalat protein kedelai 90 %.
Dari uraian diatas padahal kandungan gizi kedelai ini sangatlah banyak. Tetapi masih terdapat anggapan di
masyarakat bahkan di kalangan intelektual yang menyatakan, nilai gizi
kedelai/olahan kedelai seperti (tahu dan tempe) tersebut rendah. Pernah diutarakan oleh seorang ahli di
Indonesia bahwa “yang menyatakan protein nabati sama nilainya dengan
protein hewani hanya mencari gampangnya saja”.
Asal tahu saja bahwa olahan kedelai (Tahu) telah dikonsumsi masyarakat Jepang
sejak berabad-abad yang lalu sampai sekarang dan nyatanya Jepang
merupakan negara industri kaya. Tahu juga sudah mulai banyak dijumpai di
supermarket di negara Barat. Diperkirakan produksi tahunan
tahu di Amerika Serikat saja sekitar 9.534 ton yaitu 1,2 kali produksi
tahu di Indonesia (7.941 ton). Demikian pula tempe yang dulunya dianggap
menjijikkan oleh bangsa Barat, sekarang malah diproduksi dan
dikonsumsi, misalnya di Belanda, Jerman dan Amerika Serikat.
Selain dapat diolah menjadi produk-produk tradisional (tahu,tempe,
tauco, kecap, dan lain-lain) kedelai dapat pula diolah antara lain
menjadi isolat protein, konsentrat protein dan TVP (texturized vegetable protein)
serta minyak kedelai. Produk-produk tersebut umumnya merupakan bahan
dasar bagi industri pangan lain misalnya pabrik roti, kue kering, cake,
sosis, hamburger, meat loaves, produk olahan daging lainnya, donat,
susu kedelai, margarin, shortening, minyak salad dan sebagainya. Dan yang sepertinya sedang booming saat-saat ini,olahan kedelai selain tahu,tempe dll. Yaitu susu kedelai. sebenarnya apa sih manfaat susu kedelai bagi tubuh? pingin tau....ayo simak uraian berikut.......^^
Manfaat Susu Kedelai
1. Mengatasi Intoleransi Laktosa
Intoleransi Laktosa adalah suatu kondisi di mana sistem pencernaan tidak
mampu mencerna dan menyerap laktosa (lemak susu) dengan baik akibat
terbatasnya enzyme laktase dalam tubuh- yang berfungsi memecah laktosa
menjadi glukosa dan galaktosa (monosakarida) agar lebih mudah dicerna
usus. Dan ini tentu tidak baik untuk memberikan susu sapi yang mana
mengandung laktosa susu kepada anak balita yang mengalami intoleransi
laktosa. Gejalanya berupa mual, muntah, diare, dan gejala sakit perut
yang lain. Sebagai solusinya untuk anak balita anda yang berusia di atas 1 tahun ke
atas, anda bisa memberikannya susu kedelai sebagai nutrisi pendamping
ASI karena susu kedelai tidaklah mengandung laktosa susu. Dan berikan
dalam porsi sewajarnya saja cukup 1-2 gelas per hari. Dan tak hanya pada
anak-anak yang mengalami intolerensi laktosa, orang dewasa pun yang
mengalami alergi susu sapi bisa mencoba mengonsumsi susu kedelai.
2. Pengganti susu sapi bagi para vegetarian
Vegetarian adalah orang yang tidak suka memasukkan masakan olehan yang
mengandung daging ke dalam menu masakannya, mereka lebih memilih
mengonsumsi produk seperti sayur dan buah untuk makanan sehari-hari.
Nah, agar memperoleh gizi yang tidak kalah dengan gizi susu sapi maka
vegetarian disarankan mengonsumsi susu kedelai. Karena kandungan gizi
susu kedelai sangatlah besar, diantaranya vitamin (B1,B2,B6, dan
provitamin A), sumber mineral (Kalsium, Magnesium, Selenium, Fosfor),
sumber Karbohidrat, sumber Protein, dan sumber Lemak).
3. Mengurangi kadar kolesterol darah
Seperti yang anda ketahui bahwa di dalam tubuh, kolesterol akan
bergabung dengan protein dan akan membentuk suatu senyawa yang disebut
lipoprotein. Lipoprotein sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu
kolesterol baik atau HDL dan kolesterol jahat atau LDL. Jika kadar LDL
dalam darah terlalu banyak maka dapat menyumbat arteri serta
meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Sedangkan kebalikannya
apabila level HDL yang rendah malah dapat meningkatkan resiko penyakit
jantug.
Nah, kandungan lesitin dalam susu kedelai akan berfungsi untuk
menghalau LDL sedangkan kandungan isoflavon akan mampu berfungsi sebagai
antioksidan dan meningkatkan level HDL yang baik untuk kesehatan
jantung.
4. Mencegah Arteriosklerosis, Hipertensi, Jantung Koroner, dan Stroke
Kandungan lainnya dalam susu kedelai adalah Vitamin E yang mampu
mencegah terjadinya Penyakit Jantung Koroner dan Stroke. Penelitian pada
Harvard University; menunjukkan mereka yang memperoleh Vitamin E 200
I.U/ hari; risiko mendapat gangguan kardiovaskular berat menurun sebesar
34 %.
Selain itu susu kedelai juga mengandung asam Folat dan Vitamin B6
yang juga bermanfaat mencegah penyakit jantung. Tak cukup sampai di
ditu, kandungan magnesiumnya juga mampu mengatur tekanan darah
seseorang.
5. Mencegah kencing manis / diabetes mellitus
Kencing manis biasanya timbul karena tubuh kekurangan insulin yang
berakibat kelainan metabolisme karbohidrat, protein, lemak, air, dan
elektrolit. Beruntung, karena kandungan Asam Amino Glisin dan Asam Amino
Arginin ternyata mampu menjaga keseimbangan insulin. Kandungan protein
dalam susu kedelai pun ternyata lebih mudah untuk diterima oleh organ
ginjal dibandingkan protein yang berasal dari hewan.
6. Menghambat menopause dan mencegah osteoporosis
Kandungan isoflavon dalam susu kedelai mampu mengatasi sindroma
menopause dan juga mencegah osteoporosis. Kandungan lainnya yang dapat
menghambat menopause adalah vitamin E.
7. Mencegah migrain
Anda pasti sering menyaksikan iklan obat di televisi yang menunjukkan
seseorang yang megalami sakit kepala sebelah, ya itulah migrain. Sakit
kepala sebelah atau yang sering pula disebut migrain ini biasanya
bersifat kambuhan lebih banyak menyerang wanita dibanding pris dengan
prosentase 3:1. Dengan mengonsumsi susu kedelai yang kaya akan kandungan
Vitamin B-Complek (kecuali B12), Mineral (terutama Kalium), dan Asam
Amino (terutama Lisin) akan mampu untuk mencegah dan meredakan migrain.
8. Sebagai minuman anti kanker
Susu kedelai banyak mengandung zat antioksidan yang dapat menangkal
seragan radikal bebas pemicu kanker. Diantaranya adalah seleniu, vitamin
E, isoflavon dan Genistein.
9. Untuk mencegah penuaan dini
Anda pasti pernah bertemu dengan seseorang yang wajahnya terlihat lebih
tua dibanding usia yang sebenarnya. Mungkin orang tersebut mengalami apa
yang dinamakan penuaan dini. Salah satu penyebab timbulnya penuaan dini
adalah karena paparan radikal bebas. Nah, untuk melawannya dibutuhkan
antioksidan. Itulah kenapa orang yang hidup di pedesaan dan suka memakan
makanan yang mengandung antioksidan terlihat awet muda. Susu kedelai
selain mengandung protein yang tinggi juga kaya akan zat senyawa Anti
Aging. Jadi, tak ada lagi alasan bagi anda untuk tidak mengonsumsi susu
yang terbuat dari kacang kedelai ini apabila ingin terlihat awet muda.
Meskipun manfaat susu kedelai amatlah besar bagi kesehatan namun
perlu dicatat bagi para pria agar tak mengonsumsinya terlalu sering dan
dalam jumlah berlebihan. Karena menurut beberapa sumber yang saya baca
bisa mengurangi produksi hormon lelaki. Itu karena susu kedelai
merupakan sumber phytoestrogen yang bisa menghambat produksi hormon
testosteron pada pria. Kalau hal tersebut berlangsung dalam waktu lama
maka kemungkinan bisa menimbulkan sisi feminin pada tubuh anda.
sumber:
http://diulang.in/gaya-hidup/kesehatan/manfaat-susu-kedelai/com
http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_kdlaiprotein.php
http://klikpintar.com/kesehatan/inilah-10-manfaat-susu-kedelai-bagi-tubuh-manusia/